ilmuobsgin

Sebelumnya saya ucapkan selamat datang di program matrikulasi calon peserta didik Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia.

Program pengembangan matrikulasi calon peserta didik program pendidikan dokter spesialis (PPDS) obstetri dan ginekologi (obsgin) ini adalah hasil kerjasama antara Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia dengan pemerintah dalam hal ini adalah BPSDM Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Tujuan utama dari pengembangan program modul matrikulasi ini adalah dalam upaya untuk meningkatkan kesiapan dari calon peserta didik PPDS obstetri dan ginekologi yang berasal dari program tugas belajar (Tubel) yang telah dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2008 hingga sekarang yang telah mencapai 14 angkatan, dan telah merekrut lebih dari 5000 calon dokter spesialis. Meski demikian disadari bahwa kebutuhan akan dokter spesialis masih belum terpenuhi, khususnya dalam bidang spesialis Obsgin. Data pada bulan Desember tahun 2013 menunjukkan dari 2184 rumah sakit di Indonesia, ternyata 27%-nya masih belum memiliki tenaga spesialis Obsgin. Belum lagi tuntutan untuk menurunkan angka kematian ibu di Indonesia yang masih cukup tinggi yang sedikit banyak juga terkait dengan program pemenuhan kebutuhan dokter spesialis.

Upaya pemerintah untuk mencetak dokter spesialis saat ini masih memiliki kendala terkait dengan kesiapan calon peserta didik dari program Tubel untuk dapat bersaing secara langsung dengan calon peserta didik lain yang berasal dari program perluasan. Program pendidikan yang dilakukan di Universitas juga turut memberikan tantangan tersendiri bagi para calon peserta didik, di mana setiap Universitas saat ini sangat ingin meningkatkan kualitas pendidikan dan peserta didiknya agar dapat bersaing dalam era globalisasi. Hal ini tentu dapat menjadi rintangan yang cukup berat bagi para calon peserta didik dari program Tubel yang telah bekerja beberapa waktu di daerah yang terpencil dengan akses pengembangan ilmu yang terbatas untuk dapat bersaing dengan calon-calon peserta didik yang baru saja menamatkan program pendidikan dokternya. Namun nilai tambah sebagai seorang praktisi yang telah memiliki pengalaman berkarya di daerah terpencil tentu tetap harus menjadi nilai tambah bagi seorang calon peserta PPDS dari program Tubel. Banyaknya laporan yang menyatakan bahwa para calon peserta PPDS dari program Tubel mengalami kegagalan dalam proses seleksi masuk PPDS Obsgin menggerakkan pihak BPSDM dan Kolegium Obsgin untuk menciptakan program matrikulasi ini.

Program matrikulasi ini berisikan modul-modul pembelajaran yang berbasis pada masalah klinik yang di temukan sehari-hari. Modul pembelajaran terdiri dari kasus pemicu yang dapat menjadi titik tolak untuk mempelajari sebuah pengetahuan. Materi pengetahuan dibahas secara singkat dengan memberikan beberapa kepustakaan yang dapat dibaca lebih lanjut. Selanjutnya untuk mengetahui apakah pemahaman tentang pengetahuan terhadap masalah klinik tersebut telah dipahami dengan baik, maka di setiap modul pembelajaran diakhiri dengan beberapa pertanyaan yang terkait dengan kasus pemicu. Seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi tidak cukup hanya memiliki pemahaman dalam bidang pengetahuan saja, namun juga harus memiliki ketrampilan dalam bidang pembedahan. Hal-hal tersebut tentu amat penting diketahui pula sebagai seorang calon dokter spesialis obsgin. Ditambah lagi bahwa terdapat beberapa pusat pendidikan yang memiliki keingingan untuk menguji pula ketrampilan dasar yang dikuasasi oleh calon peserta didik saat menyelesaikan program pendidikan dokter. Tidak jarang peragaan kemampuan ketrampilan tertentu oleh calon peserta didik dapat menjadi salah satu nilai tambah yang digunakan oleh institusi pendidikan untuk memilih kandidiat yang diinginkan.

Modul matrikulasi ini dibuat dengan tujuan agar para calon peserta didik dapat memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin sebelum mengikuti ujian seleksi di masing-masing institusi pendidikan. Disadari bahwa modul matrikulasi ini belum sepenuhnya sempurna, namun telah ada komitmen bahwa modul ini akan terus dikembangkan di masa-masa mendatang agar dapat digunakan semaksimal mungkin bukan hanya bagi para calon peserta PPDS Obsgin, akan tetapi juga dapat digunakan sebagai media pengembangan diri bagi para dokter yang sedang bertugas di daerah-daerah di Indonesia.

Perlu disadari oleh para calon peserta PPDS Obsgin bahwa program matrikulasi ini adalah bukan merupakan upaya pembocoran soal yang akan digunakan di dalam ujian seleksi calon peserta PPDS Obsgin. Oleh karena itu kelulusan dari para peserta tentu menjadi tanggungjawab penuh dari para peserta untuk lebih meningkatkan kemampuan dirinya dalam hal pengetahuan dan ketrampilan dasar di bidang Obsgin.

Akhir kata saya mengucapkan selamat belajar dan selamat berlatih semoga apa yang telah Kolegium Obsgin buat bekerjasama dengan pihak BPSDM dapat membantu para calon peserta PPDS Obsgin dari program Tubel untuk dapat diterima di institusi pendidikan yang menjadi pilihannya dan akhirnya dapat lulus menjadi seorang dokter spesialis Obsgin yang siap untuk ditempatkan terutama di daerah-daerah yang membutuhkan pelayanan seorang dokter spesialis Obsgin.

Ketua Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia

Penyusun:
  1. Prof Dr. dr. Soegiharto Soebijanto, SpOG(K)
  2. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K)
  3. dr. Kanadi Sumapradja, SpOG(K), MSc
  4. dr. Mila Maidarti, SpOG
  5. dr. Achmad Kemal harzif, SpOG
  6. Prof. Dr. dr. Wahyu Hadisaputra, SpOG(K)
  7. RM. Sony Sasotya, dr. SpOG(K)

* Last update 16-11-2016