ilmukedokfisikbaru

Rumah Sakit sebagai sarana kesehatan yang mempunyai fungsi rujukan harus menyediakan pelayanan yang bermutu bagi pasien, tidak terkecuali bagi mereka yang memiliki gangguan fungsional, dengan menyediakan pelayanan rehabilitasi medik. Pelayanan Bagian/ Departemen/ Instalasi Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit dilaksanakan melalui pendekatan sistem pelayanan satu pintu (one gate system), artinya sistem di mana pasien yang memerlukan pelayanan Rehabilitasi Medik harus menjalani pemeriksaan/ penilaian/ asesmen oleh Dokter Spesialis KedokteranFisik dan Rehabilitasi (SpKFR) atau oleh dokter umum terlatih untuk menegakkan diagnosis medik dan fungsional,menegakkan prognosis, mengarahkan / menetapkan dan mengevaluasi program terapi yang dibutuhkan.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Indonesia pada saat ini belum memadai dan belum merata dengan jumlah total 460 orang. Adapun sebarannya di DKI Jakarta 213 orang, Jawa Barat 51 orang, Jawa Timur 106 orang, Jawa Tengah 72 orang, Manado 11 orang dan Bali 7 orang. Sebaran tersebut lebih banyak di pulau Jawa dan di beberapa propinsi belum memiliki Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi seperti Bangka Belitung.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, jelas diperlukan peningkatan jumlah peserta program pendidikan dokter spesialis KFR. Sampai saat ini jumlah peminat dokter untuk menjadi spesialis KFR sangat besar dibandingkan daya tampung di Fakultas Kedokteran, sehingga banyak peserta yang gagal terutama peserta yang bekerja di daerah yang jauh dari pusat pendidikan dan tidak mempunyai kesempatan cukup untuk mengembangkan ilmunya. Untuk itu dipandang perlu untuk memberikan pembekalan kepada calon peserta PPDS berupa modul bimbingan berbasis website. Maka disusunlah Materi Pembekalan Calon PPDS bidang spesialisasi Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, yang antara lain memperkenalkan filosofi , sejarah dan ruang lingkup spesialisasi ini, yang berpedoman pada buku White Book yang disusun oleh PB PERDOSRI. Dengan demikian diharapkan agar para peserta yang mengikuti seleksi adalah mereka yang benar berminat dalam bidang spesialisasi KFR. Selain itu, materi ini juga memberikan informasi mengenai ilmu-ilmu dasar anatomi, fisiologi, dan kinesiologi yang sudah dipelajari selama pendidikan dokter umum yang harus dikuasai sebagai bekal mengikuti seleksi akademik maupun selama mengikuti pendidikan dokter spesialis KFR nantinyakarena ilmu-ilmu tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ilmu KFR.

Materi Pembekalan Calon PPDS ini akan meningkatkan kesiapan calon peserta dalam mengikuti proses seleksi akademik di berbagi pusat pendidikan Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Indonesia, sehingga meningkatkan peluang untuk lolos seleksi yang terdiri dari ujian teori tertulis dalam bentuk MCQ dan Esai serta TPA, Wawancara dan Test Psikologi.Tetapi mengikuti Materi Pembekalan Calon PPDS ini bukanlah jaminan untuk lulus karena kelulusan tidak hanya ditentukan oleh hasil seleksi akademik, tetapi juga hasil seleksi administrasi, hasil wawancara dan psikotes, status kesehatan, dan sebagainya, yang akan diperhitungkan secara obyektif.

 Penanggungjawab Modul:

  • Prof Dr dr Angela BM Tulaar, SpKFR(K)
  • Dr dr Damayanti Tinduh, SpKFR(K)
  • dr Ira Mistivani, SpKFR(K)
  • dr Fitri Anestherita, SpKFR