ilmuanestesi

Dengan mengucap syukur kepada Allah SWT modul ini dapat tercipta dihadapan pembaca sekalian setelah melalui rapat-rapat panjang dan penelusuran materi-materi yang mendukung. Dalam lintasan sejarah, sebuah profesi lahir atau dilahirkan karena adanya kebutuhan akan suatu jasa. Profesi Dokter anaestesi sejak pertama kali ditemukan tahun 1846 oleh William TG Morton yang mendemokan Ether sebagai obat anestesi mengalami perkembangan hingga sekitar 4 dekade terakhir anestesi menjadi profesi yang berdiri sendiri.

Kebutuhan yang semakin meningkat membuat anestesi berkembang tidak hanya menangani pembiusan di kamar operasi namun juga menangani kegawatan pada ruang emergensi, penanganan pasen perawatan kritis di ICU dan juga belakangan sedang berkembang pula penanganan nyeri secara paripurna sebagai pain specialist, serta ikut aktif dalam penanganan bencana dan musibah massal (Disaster Medicine). Semakin berkembangnya bidang garap seorang dokter anestesi yang berpadu dengan luasnya wilayah nusantara ini serta semakin berkembangnya jumlah penduduk dan rumah sakit, maka berdasarkan data dari Kemenkes masih sangat dibutuhkan sejumlah besar dokter anestesi untuk mengisi seluruh wilayah Indonesia.

Dengan latar belakang tersebut, maka kami selaku tim penyusun modul pembekalan bantuan belajar untuk calon PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) anestesi yang difasilitasi oleh kemenkes berusaha membuat suatu rangkuman materi yang diharapkan dapat membantu untuk ujian seleksi masuk menjadi PPDS anestesi yang pada gilirannya dapat membantu pemenuhan jumlah dokter anestesi di Indonesia yang saat ini terhitung masih sangat kurang.

Dengan dimuatnya modul ini dalam web yang dapat diakses dengan mudah, diharapkan para calon PPDS anestesi dapat terarah dalam belajar untuk menghadapi test tulis masuk PPDS. Namun harus disadari bahwa test masuk PPDS bukanlah hanya sekedar lulus ujian tulis kompetensi saja, namun juga ada test yang lain seperti test kepribadian, wawancara, test potensi akademik dan mungkin juga beragam yang lain di masing-masing pusat penyelenggara pendidikan anestesi, maka modul yang kami buat ini bukanlah segala-galanya untuk melampaui ketatnya ujian saringan tersebut.

Akhirnya, kami selaku tim penyusun mengucapkan selamat belajar dan mohon maaf apabila modul perdana yang kami buat ini jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu akan senantiasa dilakukan pengembangan dan evaluasi lebih lanjut terhadap modul ini di masa mendatang. Salam sejawat,

Tim Penyusun

  1. Prof. Dr. Eddy Rahardjo, dr., SpAn,KIC
  2. Prof. Ruswan Dachlan, dr. SpAn.KIC
  3. Prof. Achsanuddin Hanafie, dr. SpAn.KIC, KAO
  4. Dr. Arie Utariani,dr.SpAn, KIC, KAP
  5. Dr. Ike Sri Redjeki dr., SpAnKIC, KMN, M.Kes
  6. Dr. April Poerwanto Basoeki,dr., SpAn, KIC
  7. Soni Sunarso Sulistiawan, dr. SpAn
  8. Suwarman, dr.SpAn, KIC. M.Kes