Tuberkulosis Paru

Tuberkulosis paru (TB) adalah suatu penyakit infeksi kronik yang sudah sangat lama dikenal pada manusia, misalnya dia dihubungkan dengan tempat tinggal didaerah urban, lingkungan yang padat, dibuktikan denga adanya penemuan kerusakan tulang vertebra torak yang khas TB dari kerangka yang digali di Heidelberg dari kuburan zaman neolitikum, begitu juga penemuan yang berasal dari mumi dan ukiran dinding piramid di Mesir kuno pada tahun 2000-4000 SM. Hiprokrates telah memperkenalkan terminologi phthisis yang diangkat dari bahasa Yunani yang menggambarkan tampilan TB paru ini.
Berdasarkan terapi, WHO 1991 membagi TB dalam 4 kategori yakni :

  1.  Kategori I ditujukan terhadap :
    • Kasus baru dengan sputum negatif
    • Kasus baru dengan bentuk TB berat
  2. Kategori II ditujukan terhadap :
    • Kasus kambuh
    • Kasus gagal dengan sputum BTA positif
  3. Kategori III ditujukan terhadap :
    • Kasus BTA negatif dengan kelainan paru yang tidak luas
    • Kasus TB ekstra paru selain dari yang disebut dalam kategori I
  4. Kategori IV ditujukan terhadap : TB kronik

Bacaan yang direkomendasikan :

Amin Z, Bahar A. Tuberkulosis paru. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, penyunting. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid III. Edisi kelima. Jakarta: Interna Publishing; 2009.h. 2230-34.
O'Brien EJ, Raviglione MC. Tuberculosis. Dalam : Fauci AS, Kasper DL, Longo DL, Loscalzo J, Braunwald E, Hause SL, Jameson JL. Penyunting. Harrison's principles of internal medicine. Edisi ke-17. New York :Mc Graw-Hill;2005.h.1006-20.
Zumla A, Raviglione M, Hafner R, von Reyn CF. Tuberculosis. N Engl J Med. 2013; 368:745-55. Nathanson E, Nunn P, Uplekar M, Floyd K, Jaramillo E, Lönnroth K, et al. MDR tuberculosis — critical steps for prevention and control. N Engl J Med. 2010;363:1050-8
Keshavjee S, Farmer PE. Tuberculosis, drug resistance, and the history of modern medicine. N Engl J Med. 2012; 367:931-6.